Brand, Solusi Bagi Startup untuk Bertahan

Dikutip dari siaran pers Telkomstelstra, Presiden Direktur Telkomtelstra, Erik Meijer, berujar bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan start-up berbasis teknologi yang terbesar di Asia Tenggara (data tahun 2016). Jumlah start-up di Indonesia ini bahkan mencapai lebih dari 2000 perusahaan. Angka ini masih akan terus berkembang, mengingat pertumbuhan digitalisasi ekonomi di Indonesia masih terus berlangsung.

Dari jumlah yang ada, ternyata tidak banyak start-up yang mampu bertahan. Sebagian besar start-up justru pupus di tengah jalan dan mengubur mimpinya untuk mendulang kesuksesan. Namun, banyak juga yang berhasil mempertahankan bisnis start-up dengan menggunakan strategi branding. Salah satu contohnya adalah Tokopedia.

logo-tokopedia
img from tokopedia.com

Tokopedia berdiri sejak 2009 silam. Pada tahun 2015, Tokopedia gencar mengomunikasikan strategi positioning brand melalui iklan dan penggunaan brand ambassador.Cara yang dilakukan Tokopedia ini nyatanya berbuah manis. Tokopedia berhasil menjadi top of mind dalam bisnis e-commerce. Toko online ini mampu masuk di benak konsumen dengan positioning “tokonya banyak” dan “sudah cek Tokopedia belum?”

Cara ini terbukti berhasil menggiring konsumen untuk berbelanja di Tokopedia. Jumlah prinsipil mereka pun memiliki pertumbuhan yang cukup signifikan.

Keberadaan brand memang cukup krusial dalam bisnis start-up. Brand membantu target konsumen untuk memahami produk dan jasa yang Anda tawarkan. Brand pun dapat dijadikan pembeda antara bisnis Anda dengan kompetitor. Namun, ini tergantung dari posisi brand Anda saat ini.

Jika posisi brand Anda sudah kuat atau berada dalam top of mind, tentu akan memudahkan target konsumen untuk mengenal dan mengingat produk/bisnis Anda. Untuk mencapai ke arah sana, memang bukan perkara mudah.

Anda perlu melakukan manajemen brand yang baik. Salah satunya dengan menciptakan logo, gambar, slogan, dan merek yang mudah diingat oleh konsumen. Namun perlu Anda ingat, logo, gambar, slogan, dan merek harus sejalan dengan produk/bisnis yang Anda tawarkan, karena brand merupakan ‘alat komunikasi’ pertama Anda kepada konsumen.

Untuk memiliki brand yang baik, tidak ada salahnya melibatkan jasa pembuatan brand saat merumuskan brand untuk bisnis Anda. Keahlian dan pengalaman dari jasa pembuatan brand tentu memberi input positif bagi brand yang sedang Anda rumuskan. Namun, saat akan memilih jasa pembuatan brand, pilihlah penyedia jasa yang tepat. Salah satu tolok ukur yang dapat Anda gunakan adalah reputasi dan pengalaman dari penyedia jasa.

Demikian informasi kali ini, semoga bermanfaat. Selamat menjalankan bisnis, sukses untuk Anda!

Comments

comments